Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Bertempat di Museum Keris Nusantara pada Sabtu (18/4/2026), Menteri Kebudayaan Fadli Zon meresmikan dimulainya Solo Arts and Culture Exhibition di tengah rangkaian kunker beliau ke Jawa Tengah.
LITERATION.ID – Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa pelestarian budaya sangat krusial dalam memperkokoh ekosistem warisan nasional. Hal ini disampaikannya saat membuka acara Solo Arts and Culture Exhibition di Museum Keris Nusantara pada Sabtu (18/4).
Penyelenggaraan pameran ini dinilai sebagai langkah strategis dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Selain itu, ajang ini menjadi momentum penting untuk memperkuat posisi keris sebagai salah satu warisan budaya dunia yang telah diakui oleh UNESCO.
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon memaparkan kedalaman nilai dari sebilah keris.
“Keris adalah warisan budaya Indonesia, keris itu asli dari Indonesia, ini menjadi salah satu identitas. Di dalam keris terdapat banyak ekspresi budaya, mulai dari makna simbolik, filosofis yang ada di belakangnya, termasuk juga pencapaian artistiknya yang sangat tinggi,” jelas Menbud.
Solo Arts and Culture Exhibition hadir sebagai bentuk penghormatan terhadap sejarah Indonesia. Pameran ini menyuguhkan berbagai koleksi keris, karya lukis, hingga pertunjukan seni spesial bagi para pengunjung.
Uniknya, koleksi keris yang dipamerkan kali ini melibatkan para kolektor dari latar belakang non-budaya, mulai dari unsur TNI, Polri, hingga institusi perbankan.
Menbud berharap hal ini menjadi bentuk kolaborasi nyata antara pemerintah pusat, daerah, swasta, hingga komunitas. Ia juga menyoroti kekayaan budaya Indonesia sebagai mega-diversity yang membuktikan bahwa Nusantara adalah pusat peradaban awal manusia.
Fadli Zon menekankan bahwa sejarah panjang ini harus menjadi landasan kepercayaan diri bangsa.
“Merupakan satu hal yang menurut saya harus menjadi fondasi jati diri, identitas, dan juga kebanggaan kita, bahwa kita ini bukan sekadar nation state, tapi civilizational state. Negara yang peradabannya sudah panjang dan mengalami berbagai akulturasi di berbagai tempat,” tambahnya.
Pameran yang digelar di Museum Keris Nusantara ini mengusung tema “Jaga Budaya”. Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, dalam sambutannya turut mengapresiasi peran museum sebagai simbol pelestarian warisan budaya takbenda.
Astrid juga menekankan potensi ekonomi dari ekosistem budaya ini.
“Budaya dapat bersinergi dengan sektor modern, termasuk jasa keuangan, untuk memperkuat ekonomi kreatif. Dukungan terhadap rencana bursa keris juga ditegaskan sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan pengrajin serta mendorong keterlibatan generasi muda,” ujarnya.
Ke depan, pemerintah akan terus melakukan langkah konkret untuk memperkuat ekosistem perkerisan. Rencana tersebut mencakup penyiapan bursa keris, kolaborasi pembiayaan dengan sektor jasa keuangan, digitalisasi katalog, hingga pengembangan kurikulum untuk menarik minat generasi muda.
Langkah ini akan dilengkapi dengan sistem pelaporan dan indikator yang jelas guna memastikan penguatan budaya keris berjalan secara terukur dan berkelanjutan di masa yang akan datang.
Penulis berita: Alfira Shafa