Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Karya: Laura Masyitha Alya Nurdiyono

Di sebuah kota kecil bernama Metro, berdiri sebuah toko kue tradisional bernama “Toko Kue “Rembulan Manis”. Tampak cat temboknya sudah mulai mengelupas. Siang hari toko itu terlihat jarang sekali ramai pembeli. Tapi ketika malam tiba, Toko Rembulan Manis menyimpan rahasia yang sangat besar.
Ketika jam Sembilan, lampu dipadamkan dan pintu digembok, Klepon menggeliat dari piringnya. “Bangun, bangun!!! Waktunya L A T I H A N!!! serunya”.
Kue lapis seketika menguap, membuat warna di tubuhnya ikut bergelombang. “Ihh, setiap malam latihan terus, kalo nanti aku berkerut gimana?”
Lemper pun tak mau kalah, ia berguling keluar dari baki. Ia berseru “Pesta Rasa Tahunan tinggal 3 malam lagi teman-teman. Ayo dong semangat!!!.”
Serabi ikut bangkit mendengar percakapan teman-temannya itu. Sambil merapikan pinggirannya, Ia bicara dengan manja. “Aku siap menari santannn.”
Mereka pun berkumpul di tengah etalase. Klepon si anak bungsu mengambil posisinya. “Hari ini aku mau coba lompatan baru. Jangan ada yang ketawain aku kalo aku gagal lagi, ya!”
Kue lapis yang mendengarnya cekikikan. “Kalau kamu meletus, itu bukan gagal, tapi itu kejutan, HAHAH.”
“EHHH!” Klepon cemberut. “Aku s e r i u s!”
Lemper mengangkat daun pembungkusnya sedikit. “Sudah-sudah, ayo mulai.”
Serabi memulai gerakan perlahan, mengeluarkan wangi santan. Kue Lapis ikut naik turun seperti eskalator warna-warni. Klepon mengambil ancang-ancang…..lalu menggelinding dengan cepat dan melompat.
PLOP!!!!!Sedikit gula merah muncrat
“Aduh!” Klepon menatap tubuhnya yang bocor. “Yah, gagal lagi gagal lagi…..”
Kue Lapis mendekat dan menepuknya. “Justru itu indah, Klepon. Tidak semua rasa harus sempurna.”
Serabi menambahkan lembut, “Iyaa, yang penting kamu sudah berusaha. Kita kan satu tim.”
Klepon tersenyum lebar mendengarnya. “Terima kasih teman-teman…. Ayo latihan lagi! caww.”
Namun tiba-tiba… KREK!! – pintu toko terbuka. Ara, cucu pemilik toko, menyelinap masuk sambil membawa senter kecil. “Aku dengar suara…… siapa disini?” bisiknya.
Kue-kue itu langsung membeku.
Ara menaikkan senternya. “Hah?! Klepon… kok kamu di lantai? Dan…. Kalian bergerak?”
Klepon gugup. “Um… halo?”
Ara terkesiap. “Kalian bisa bicara?!”
Lemper berbisik, “Hanya saat malam. Tolong rahasiakan kami, Ara.”
Ara mengangguk, tersenyum, dan sejak itu toko kembali hidup penuh keajaiban rasa.
~ T A M A T~
Klepon: kue tradisional berbentuk bulat dari tepung ketan, berwarna hijau muda, berisi gula merah cair, dan dilapisi kelapa parut.
Kue Lapis: kue tradisional berlapis-lapis dari tepung beras, santan, dan pewarna alami, biasanya memiliki warna-warni kontras.
Lemper: berbahan dasar dari beras ketan yang berisi abon ayam atau daging suwir, dibungkus dengan daun pisang.
Serabi: kue tradisional berbentuk bundar, terbuat dari campuran tepung dan santan, kadang diberi topping gula merah atau oncom.
Biografi Singkat:
Laura Masyita Alya Nurdiono tinggal di Bandar Lampung. Saat ini ia sedang studi di Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Teknokrat Indonesia (UTI), Lampung. Cerpennya ikut terhimpun dalam antologi bertajuk Kain Merah di Malam Jamuan (antologi cerpen, 2026).