Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124
Physical Address
304 North Cardinal St.
Dorchester Center, MA 02124

Kolaborasi apik Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers (BMS) di The 40th International Ankara Music Festival, Sabtu (11/4/2026).
LITERATION.ID – Kelompok musik kebanggaan Indonesia, Jakarta Concert Orchestra (JCO) dan Batavia Madrigal Singers (BMS), berhasil mencatatkan prestasi gemilang di panggung dunia. Dalam gelaran International Ankara Music Festival ke-40 yang berlangsung di CSO Ada Ankara, Turki, pada 11–12 April 2026, penampilan mereka tidak hanya menghibur, tetapi juga memikat sekitar 1.500 penonton yang hadir.
Di bawah arahan maestro Avip Priatna, harmoni musikal yang dibawakan mampu menghadirkan wajah Indonesia yang elegan di hadapan audiens internasional.
Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, memberikan apresiasi tinggi terhadap partisipasi aktif para musisi tanah air ini dalam mempromosikan budaya bangsa. Ia menilai bahwa kehadiran mereka di panggung internasional merupakan langkah nyata diplomasi budaya yang sangat efektif.
“Budaya Indonesia tampil dengan warna modern yang berkelas,” ujar Dubes Rizal dalam keterangan resminya, menekankan bagaimana seni musik mampu menjadi jembatan penghubung yang kuat bagi kedua negara.
Pada hari pertama pertunjukan, JCO dan BMS membawakan repertoar yang sarat akan nilai-nilai Nusantara, seperti lagu legendaris “Sepasang Mata Bola” karya Ismail Marzuki, “Tanah Air” karya Ibu Sud, serta lagu daerah yang dinamis seperti “Bubuy Bulan” dan “Sik-Sik Batu Manikam”.
Salah satu momen yang paling menyentuh perasaan penonton adalah saat lagu “Indonesia Pusaka” dikumandangkan, yang berhasil menciptakan atmosfer haru sekaligus kebanggaan di tengah gedung konser utama.
Memasuki hari kedua, panggung semakin semarak dengan perpaduan lagu-lagu nasional dan internasional. Karya-karya populer seperti “Somewhere Over The Rainbow” hingga lagu kontemporer Indonesia “Bahasa Kalbu” dibawakan dengan aransemen yang apik, menunjukkan fleksibilitas dan kualitas vokal kelas dunia dari para solois seperti James Napoleon Lai, Giovani Biga, dan Nino Ario Wijaya.
Keberagaman lagu yang dibawakan membuktikan bahwa musisi Indonesia mampu bersaing secara global dengan tetap menjaga identitas akarnya.
Diplomasi melalui seni ini juga diharapkan dapat mempererat tali persaudaraan antara Indonesia dan Turki melalui bahasa universal musik.
Dubes Rizal menambahkan, “Musik memiliki kekuatan untuk mempererat hubungan antarbangsa, termasuk antara Indonesia dan Turki.”
Penampilan yang mendapat standing ovation dari para tamu kehormatan dan duta besar berbagai negara ini menjadi bukti bahwa talenta seni Indonesia telah mendapatkan tempat terhormat di kancah global.
Setelah sukses menggetarkan Ankara, rombongan JCO dan BMS dijadwalkan akan melanjutkan tur konser mereka ke beberapa kota besar di Eropa lainnya, termasuk Amsterdam, Basel, dan Roma.
Perjalanan musikal ini menjadi bagian penting dalam perayaan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Swiss serta upaya berkelanjutan untuk memperkenalkan kekayaan talenta kreatif Indonesia kepada dunia luas.
Penulis Berita: Alfira Shafa