TMII Raih Rekor MURI Lewat Pagelaran Tari Massal 34 Provinsi

Pesona 1.000 penari di TMII Jakarta yang sukses memecahkan rekor MURI pada Sabtu (18/4/2026). Acara ini menampilkan kekayaan budaya dari 34 provinsi di Indonesia dalam satu panggung kolosal.

LITERATION.ID – Taman Mini Indonesia Indah (TMII) baru saja mengukir prestasi membanggakan dengan mencatatkan nama di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Melalui pertunjukan seni bertajuk “Gelora Nusantara”, TMII sukses menyajikan pagelaran tari medley dari asal daerah terbanyak, yakni 34 provinsi, yang dibawakan secara kolosal oleh 1.000 penari pada Sabtu (18/4).

Plt. Direktur Utama TMII, Ratri Paramita, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bentuk nyata dedikasi dalam menjaga warisan leluhur. 

“Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam upaya pelestarian dan promosi budaya nusantara di tingkat nasional,” ungkap Ratri dalam keterangan resminya.

Acara yang digelar bertepatan dengan perayaan HUT ke-51 TMII ini merupakan hasil kerja sama sinergis antara pengelola TMII, Anjungan Daerah, serta Forum Komunikasi Guru Tari. Kolaborasi ini dirancang agar seni tradisional tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga sarana pembelajaran bagi publik. 

Ratri menambahkan, “Gelora Nusantara tidak hanya menjadi ajang pertunjukan, tetapi juga wadah edukasi dan promosi seni budaya Indonesia kepada masyarakat luas.

Pemecahan rekor ini juga menjadi manifestasi dari visi besar TMII tahun ini, yaitu menjaga keberlangsungan budaya Indonesia agar tetap relevan. Hal ini ditegaskan oleh Ratri yang menyebutkan bahwa komitmen mereka tidak akan berhenti pada satu acara saja. 

Melalui Gelora Nusantara, kami ingin menegaskan bahwa pelestarian budaya bukanlah upaya yang berhenti pada satu momentum, melainkan proses berkelanjutan yang harus terus dihidupkan,” jelasnya.

Lebih lanjut, Ratri menjelaskan bahwa kehadiran lebih dari seribu penari dari berbagai latar belakang daerah merupakan simbol inklusivitas. Ia berharap budaya Indonesia bisa dirasakan lebih dekat oleh semua kalangan, termasuk kaum muda. 

“Kami ingin budaya tidak terasa jauh atau eksklusif, tetapi justru hadir sebagai bagian dari keseharian masyarakat. TMII berupaya menghadirkan pengalaman budaya yang lebih inklusif, interaktif, dan dapat dinikmati oleh semua kalangan,” tuturnya.

Dalam pertunjukan tersebut, penonton disuguhi rangkaian tari tradisional yang memukau, mulai dari wilayah barat seperti Tari Bungong Jeumpa dari Aceh, hingga wilayah timur seperti Tari Yamko Rambe Yamko dari Papua. Kemeriahan memuncak saat seluruh peserta bergabung dalam tarian medley massal “Kicir-Kicir” yang melambangkan persatuan bangsa. 

Kami berharap dapat terus menginspirasi masyarakat untuk mencintai dan melestarikan budaya Indonesia, sekaligus memperluas jangkauan promosi budaya ke tingkat dunia.” Tutur Ratri


Penulis berita: Alfira Shafa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *