Puisi-Puisi Nurul Arifah


Uap di Bibir Cangkir

cangkir retak di kepala meja
uap naik tanpa tubuh
menggantung di lampu kuning

gula larut
seperti nama yang dipanggil hujan

sendok berputar
mengaduk jam tiga pagi
sampai waktu tumpah
ke telapak tangan

270526;3.00


( uap ) TEH

~~~ ( )
di gelas buram
gula tenggelam pelan
seperti upah yang belum utuh

tangan-tangan kasar
memegang hangat 
sebelum kembali jadi
suara
besi
dan debu


Hujan

Halaman rumah berubah jadi cermin langit
Ujung daun gemetar memegang dingin
Jendela berembun menyimpan bayangan seseorang
Angin membawa bau tanah masuk ke kamar
Namun rintiknya tetap jatuh meski tak ada yang meminta


Bionarasi:
Nurul Arifah, gadis kelahiran 2003. Sang penikmat alam dan tulisan. Karya-karyanya turut hadir dalam sejumlah antologi, diantaranya Rose Giggles (antologi cerpen, 2024), Tanah Pijak Bernama Lampung (antologi puisi, 2024), Sepiring Nasi di Kloset (antologi puisi esai mini, 2024), The Endless Blue (antologi Puisi, 2025), dan Kota Kelabu (antologi puisi, 2026).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *